Hype Luncheon – Makan Siang Bergaya di Museum Batik Kuno Danar Hadi Solo

Abamowel udah kecapean. Dia langsung melipir ke Ibis.

Masalahnya, aku belum makan siang dan kondisi badan bakal drop kalo makan siang di-skip lagi. So, kaki terus dilanjut ke sebuah gedung heritage yang nampak sedikit mewah. Tentu. Ternyata gedung ini ialah Museum Batik Kuno Danar Hadi. Langsung aku mengarah ke sebuah sudut yang agak ramai dengan x-banner. Bener aja. Sebuah kafe atau restoran.

Saat masuk, suasananya beda. Bukan resto biasa. Yang duduk di sana sepertinya mereka yang sudah sangat nyaman dengan hidup, umur separuh baya atau sudah senior. Gayanya sudah lain sama angkringan. So, aku tanya waiter, “Dimana smoking area, Mas?”

Dia menunjukkan sebuah ruangan terbuka di tepi resto dengan sopan. Di sana semua penat, dan lapar terbayar. Mahal banget. Tapi enak. Iga bakar dan es kelapa muda dalam gelas tinggi benar-benar statement, “ini gak biasa, Mas.”

Mengguyur dahaga ala museum batik Solo. – at Museum Batik Kuno Danar Hadi

View on Path

Curry House K99

Sekitar 4-5 tahunan lalu, K99 masih nyempil di antara ruko kecil di kawasan perempatan Pasteur – Suryasumantri, pas di tepian trotoar yang gak pernah bebas dari debu. Kadang saya suka merasa miris melihat satu-satunya rumah makan exotic seperti ini di dekat rumah, tapi bikin males dateng hanya karena lokasinya yang kurang mendukung. Sekarang lain. K99 punya lokasi nyaman di antara rumah-rumah gegeden Bandung di daerah Otten – Rajiman – Cipaganti.

Tempat parkirnya memang tidak luas, karena namanya juga rumah heubeul alias jadul yang dirancang bukan untuk jadi resto. Tapi lumayan lah, gak banyak juga mobil saat saya dateng. Jadi, seperti sarung tangan, pas banget. Pas laper, pas kosong.

image

Tempat duduk tersedia baik di dalam maupun di luar. Kapasitas per mejanya, rata-rata buat ber-4 aja. Memang asyiknya rame kalo makan Indian cuisine. Begitu juga saya, dateng ber-4. Saya, istri, dan masing-masing bayangan. Heheheh. Tapi walau berdua, seru saling tukeran piring dan campur-campur isi piring masing-masing.

image

Saya mesen mutton curry dan lengkap sama nasi briyani juga roti naan. Eh, ditambah pula french fries dan salad. Rasanya seperti nonton film India. Sampe sisiduen, alias cegukan karena super gurih dan pedes. My God! Nasi briyani di sini lebih maknyoosh dibanding resto middle east yang di Jl. Progo deket Jonas itu loh, kalo saya berpendapat. So sorry to say.

image

Tuker-tukeran piring, istri pesen ayam tandoori sama roti juga. Sambalnya ada mint, curry kuah, dan sayur kentang dan veggies gitu. Beuh! Empuk bener itu chicken tandoori. Serieus, enak.

Minuman mint campur lemonnya mantap. Pake soda juga oke, jadi lemon squash. Kerasa, gak setengah-setengah dech nikmatnya.

image