FAQ – RELAWAN KAA – AAC 2015 BANDUNG

APA RELAWAN AAC ITU SIH?

Relawan AAC ialah sekumpulan warga Bandung dan luar Bandung yang bersatu untuk membantu kelancaran penyelenggaraan Asian African Carnival 2015.

 

BAGAIMANA CARA MENJADI RELAWAN AAC?

Harus daftar dong.

 

CARANYA DAFTAR JADI RELAWAN AAC GIMANA?

Bisa daftar secara online, bisa juga secara offline.

Buat mereka yang terlalu jauh untuk datang ke Bandung, daftar aja online.

Masuk aja ke bit.ly/registerAAC

Kalo masih terkendala, mau tidak mau, offline saja alias datang ke Bandung dan temuin kita di tempat daftar.

 

APA YANG MESTI DIISI WAKTU DAFTAR?

Cuma isi nama, nomor telfon, email, dan posisi yang diminati.

 

TAPI GAK BISA TUNTAS DAFTAR ONLINENYA. KENAPA?

Mesin tetap mesin. Jumlah pendaftar online begitu banyak dan terjadi bersamaan. Hal ini yang bikin mesin pendaftar mandek.

 

KOQ SUSAH SEKALI DAFTAR ONLINE?

Sebetulnya gampang. Kamu aja gak bisa. Ada triknya.

 

TRIK DAFTAR SUKSES GIMANA?

Pake komputer PC atau laptop, jangan pake gadget.

Pastikan jaringan internetnya lagi lancar. Kalo lagi lemot, biasanya ancur-ancuran.

 

JADI BIDANG APA AJA DI RELAWAN KAA?

Banyak. Beberapa fungsi sudah dibuat, yaitu:

Bidang Kepesertaan/ participants, namanya BURMA

Bidang Penyebaran Informasi Kota Bandung, namanya INDONESIA

Bidang Penyebaran Informasi Dunia Maya, namanya INDIA

Bidang Kebersihan dan Kesehatan, namanya PAKISTAN

Bidang Ketertiban Lalu Lintas, namanya SRILANKA

Bidang Keamanan, namanya BANDUNG

 

ADA WARNA KHAS?

Burma warnanya PUTIH

Indonesia warnanya MERAH

India warnanya BIRU

Pakistan warnanya HIJAU

Srilanka warnanya KUNING

Bandung warnanya ABU-ABU

 

SAYA GAK BISA DATENG MEET UP. GIMANA DONG?

Kamu melewatkan asyiknya ngumpul dalam jumlah besar! Tapi gak apa-apa. Kamu bisa update di tiap nama negara atau fungsi bidang tadi. Coba akses ke Facebook Group dan lihat updatenya.

BURMA bisa dilhat di Relawan AAC formasi Burma

INDONESIA bisa dilihat di Relawan Indonesia AAC 2015

INDIA bisa dilihat di RelawanAAC “INDIA”

PAKISTAN bisa dilihat di Relawan AAC – Formasi PAKISTAN

SRILANKA bisa dilihat di Relawan AAC – Formasi SRILANKA

BANDUNG bisa dilihat di Relawan AAC – Formasi BANDUNG

 

Selain Facebook, ada yang lainnya untuk lihat perkembangan?

Ada twitternya untuk ikut progress.

Whatsapp juga ada.

Semua dibuat agar jaringan komunikasinya bisa kuat dulu.

 

POSISI RELAWAN SEBENERNYA JADI APA DI EVENT-EVENT AAC?

Relawan BUKAN panitia. Event-event di AAC sudah pasti ada panitianya. Relawan akan membantu keberlangsungan dan kesuksesan event-event di AAC di sekitar dan luar area penyelenggaraan event. Kecuali diminta oleh panitia, relawan bisa membantu di dalam area event.

 

EVENT-EVENT APA SAJA DI AAC 2015?

Bandung 1955 – 20 April 2015

Solidarity Day – 21 April 2015

Asian African Meet & Greet – 22-23 April 2015

Angklung for the World – 23 April 2015

Asian African Parade – 25 April 2015

Festival of Nations – 26 April 2015

 

SEGITU AJA?

Nggak juga. Contohnya, panitia event Bandungland meminta bantuan relawan di bidang-bidang tertentu. Kita pasti bantu.

 

HARUS PARTISIPASI SEMUA?

Namanya juga relawan. Bisa semua atau bisa sebagian. Tergantung kerelaan saja. Tapi kalau mau bergabung, kita ikutin program kegiatan yang kita sudah disusun, termasuk jadwalnya. Semakin aktif partisipasi, semakin besar dapet poin.

 

KITA DENGER ADA PONGGAWA, TUMENGGUNG DAN LAIN-LAIN. APA ITU?

Itu untuk mengatur formasi relawan yang jumlahnya beribu-ribu. Kalau Cuma 10 orang kan gak mesti ada susunan formasi segala macam.

 

BAGAIMANA TUH SUSUNAN FORMASINYA?

Relawan akan memulai posisinya sebagai Ponggawa. Mau bupati, mau pelajar, posisinya akan sama di awalnya sebagai Ponggawa. Ini susunannya:

Ponggawa → Tumenggung → Senopati → Patih → Prabu

Ini bukan hirarki kepemimpinan, tapi jalur komunikasi supaya informasi dari panitia inti ke relawan dan relawan ke panitia inti bisa berjalan lancar.

 

GAK CUKUP DONG WHATSAPP GROUP BUAT NAMPUNG RIBUAN ORANG DENGAN FORMASI ITU.

Whatsapp dibatasi per lapisan. Ponggawa dan Tumenggung jadi satu group. Tumenggung dan Senopati juga ada khusus. Senopati dan Patih, ada juga. Jadi gak dicampur, tapi semua saling menyambungkan.

 

PROGRAM KEGIATANNYA APA DAN HARUS BERBUAT APA?

Kita akan melakukan beberapa kegiatan yang pastinya bisa mendukung kesuksesan event. Sifatnya FUN dan dibuat semacam permainan yang mendapatkan reward atau penghargaan. Ikutin aja challenge-nya, lalu tunggu reward bila relawan aktif berpartisipasi.

 

APA YANG KAMI DAPATKAN DALAM RELAWAN, DAN REWARD APA YANG DISEDIAKAN?

Reward akan berupa hadiah-hadiah, mulai dari yang sederhana seperti topi hingga tiket liburan ke destinasi wisata menarik. Itu pun kami sediakan dalam jumlah banyak walau tetap dibatasi karena memang kami tidak bergerak dengan anggaran khusus.

Kami sangat terbantu dengan sponsor yang sudah sangat baik membantu.

Relawan tidak dibayar sepeser pun, tidak digantikan ongkos atau biaya apa pun. Relawan bekerja atas dasar kerelaan dan kecintaan pada Bandung dan kesuksesan acara AAC.

 

 

Advertisements

Rebutan Media

Sementara panitia eksekutif ini mondar-mandir cari nomor telfon anak registrasi yang pegang media list, karena ketakutan besok hari acaranya gak ada yang liput, di tempat lain, yang gak pernah worry dengan wartawan mana yang gak hadir, malam serasa seperti malam biasa saja. Enak sekali ya, punya kegiatan yang begitu diminati oleh media manapun. Gak mesti sibuk ngundang media, media dateng sendiri. Sementara di sisi lain, kalo media gak diundang, kursi bis pasti penuh dengan jurig. Dan sebuah cultural trip gak perlu ada jurig.

cm

Dari sekian banyak wartawan yang terdaftar di website ini, sekian banyak itu pula undangan disebar. Tapi tak ayal bahwa sebuah acara semegah Bandung Historical Walk akan begitu magnetizing karena kejadiannya cuma 10 tahun sekali. Sedangkan lihat kawah berwarna putih bisa esok hari atau kemarin-kemarin.

Jadi yang salah sebetulnya siapa?

Lessons learned.

  1. Kalo mau bikin acara, make sure gak ada saingan jenis acra yang sama di tempat lain yang sama waktunya.

Wartawan itu adalah media yang secara naluriah akan mencari berita yang langsung mendapatkan response baik dari pembaca. Sekarang, dengan waktu yang sama, kita sama dengan memaksa mereka untuk memilih satu di antara dua. Maka dari itu, cari waktu sebelum atau sesudah acara besar lainnya saja, dibandingkan bikin di waktu yang sama.

  1. Semakin tinggi nilai sebuah kegiatan, semakin tinggi kemungkinan dibaca. Gimana carana membuat sebuah pemberitaan menjadi tinggi? Cari angle pemberitaan dari berbagai sudut pandang, dan buka sudut pandang Anda.Wawancara seorang anak sekolah, atau seorang pedagang, atau seorang karyawan bank, atau seorang CEO, atau ibu menyusui, dan lain-lain.
  2. Kalau kegiatan akan kurang menarik perhatian media, tarik mereka dengan apa yang media sukai, atau tarik media yang akan menyukai kegiatan Anda. Media kan banyak jenisnya. Media bisa dibagi menurut rubric yang biasa ada di koran atau majalah, seperti politik, ekonomi, bisnis, lifestyle, travel, health, hiburan, so on and so forth.

Es Krim Dian – Sejak 1950 Alun-alun Bandung

Terakhir ke sana, Mang Dana dan gerobak rodanya udah gak ada. Saat ini memang lokasi tempat ia mangkal udah digeser sama rumah makan Padang yang mengambil ruang sampe ke bibir jalan masuk ke Pasundan. Gak mungkin lagi Mang Dana nangkring di sudut itu. Pasti dia disalahin udah ngehalangin jalan atau nyempitin jalan. Lalu kemana dia sekarang?

 

Es Krim Dian dari 1950 gak beranjak dari pojokan ex Gedung Film Dian, dulu dikenal dengan sebutan Radio City. Waktu TK sering diajak makan es ini, dan sekarang udah punya anak di TK, dan es krim duren plus tape ketan hitam dan roti ini masih bertahan dengan harga Rp 10.000

Mang Dana inget banget waktu pohon beringin di depan Palaguna masih sebuah pohon kecil. Alun-alun pada intinya harus memutar. Sekarang jalannya tertutup satu sisi, dan diyakini oleh sesepuh Bandung akan menutup sebagian energi kota kita ini.

*latepostkamaripisan – with Mowel

View on Path

A Lil’ Trick in the Yellow Truck

We have particularly small places to hang out in Bandung, West Java. We also have larger ones to bring all folks and group of guests. But, when you need to sit with someone to discuss serious stuff or just to straight things up, a coffee shop will do. And I just think, wait a minute. There is a place to do just that. It’s big enough for small talk, and it’s not so big to make a friend or two much closer. It’s Yellow Truck.

I always love great cake. No, Yellow Truck doesn’t have so great cake, but as a coffee shop, it does offer Srikaya toast. What more can I say. It’s just sufficiently serviced. You need to understand the history of coffee shop in Asia to understand the nature of its products and services. Therefore, you won’t get too disappointed when do your little trick in business over a cup of coffee, or a glass of cold iced cappuccino.

Go down the street close to the middle of Wastukancana that interchanges with Pajajaran Street. There is a space filled with motorcycles at the street side. This small magic is just hiding. But, the aroma of freshly roasted coffee can’t hide from passerby.

 

 

 

image

Pasir Badot Family Campsite

Ada satu tempat yang keren banget, jauh dari macet, jauh dari polusi.

Tempat ini deket sama Danau Saguling, ke arah Air Terjun Malela. Tapi jangan takut, kalo Air Terjun atau Curug Malela itu kan jauh banget. Kalo Pasir Badot ini paling setengah jalan. Gak jauh dari Cililin. Tempatnya udah dilengkapi rumah guesthouse yang lumayan banget okenya. Air bersih tersedia melimpah di kamar mandi sharing atau di dalam guesthouse. Buat shalat, ada mesjid yang bersih banget. Listrik buat charging gadget pun tinggal colok. Pokoknya lengkap. Parkir luas di lapangan bola, atau di bawah pohon jati.

Letaknya pas di kaki Bukit Pasir Badot dan Pasir Angin. Tetangga juga gak jauh amat, jadi aman untuk para campers, tanpa harus mengganggu lingkungan.

Pagi-pagi bener-bener magical. Jam 06.00 meluncur ke tepi danau yang jaraknya cuma 1 atau 2 kilometer, dengan jalan kaki atau pake kendaraan. Dari tepi danau, akan terlihat pemandangan sunrise yang spektakuler. Orange yang tak biasa. Coklat bukan, kuning pun bukan. Siluet pemandangan sawah dan kebun jadi foreground yang keren banget.

Sejak TK kami udah sering ke sini. Sampe sekarang, suasana gak terlalu banyak berubah. So, coba keaslian alam di sini.

Membangun negeri
Dari sini
Kampung halaman sendiri – with Devi

View on Path

Rikipik Semur Jengkol – Generasi Kuliner Kreatif Anak Bandung

Done with work, I too felt horribly bored and tired with the excruciating pain behind the neck. This and threads of distressed muscles on my back were mocking my laziness from moving out of this baffling outlines. And so I scooted out to find a good hand, capable of shrinking off the brick-thumping noise along the spine. A barber it was. An hour treatmen and I finally back in shape, although the bruise and the stiff neck will last until the end of the week. My rough calculation it was.

On the same street, across the undying traffic, a cafe stands with the name of something sounds like a man’s name or a street’s. Or a barking creature. Roti Gempol and the Kopi Anjis. Which one is a man’s name? Gog!!

Pokona eta kopi seriusan made me so watchfully awake. Like the spidey in love, I was back on the work I needed to prepare for tomorrow. But, macet teu beak-beak ti tadi. Nya nangkring we jadina di 2nd floor. Rotinya mayan enak, walau ceuk abi mah agak mesti menyembah-nyembah minta susu sing loba. Teu karasa soalna. Cik atuh lah. I love sweetness, coz I’m not too sweet in real life. Komo dina online mah.

Eh, nemu kiripik yang intentionally ngahaja ditulis Rikipik. Here it went…

Rikipik Semur Jengkol.
Hand-cooked chips, since 2013.
Made from the finest cassava, chili and JENGKOL.
Tastebud tinglingly hot. A mouthfulnof bliss.
Cooked in Bandung. You will surely ask for more.
Net weight 200 grams.

This is why Bandung is so interestingly creative. Sok naon deui nu ek di damel rada nyentrik. Tutut tah asupkeun kana cangkir palastik, bere warna nu moronyoy and you seal it.

Come and get it in Roti Gempol and the Kopi Anjis, on Jalan Suryasumantri, Bandung, across Anata Salon, gedengeun Pom BENGSIN. – with Devi at Roti gempol & Kopi Anjis!

View on Path

Saguling Sunset

A boy need to know where to spend their quality times with family. Drop the PlayStation and the gadgets, and get that camera!

Join us in photo hunting for kids. We share valuable knowledge and skills with them for only a few hundred thousand Rupiahs. It’s a few dollars. You spend a night in a tent, eat outdoor and learn how to survive the nature in an easy and relaxing way. Know the environment and take photos here and there. That’s a lot to get for a dime.

Admission still opens. Everyday.

#dlajah A new frontier for trekking and cycling tourism. – at Alun-alun cililin

View on Path

Gua Pawon Masih Favorit Gua

Salah satu sisi di Gua Hiro menampakkan warna yang menawan. Tuh kan, kebanyakan becanda sih. Gua Pawon maksudnya. Astaghfirullah! Sisi ini tepat berada di bagian bawah lubang langit yang dipenuhi kelelawar. Di lantainya kalau mau kokoreh (baca: keruk-keruk, korek-korek), kita bisa mengumpulkan guano. Bukan guava ya. Guava itu jambu air. Guano itu bat shit alias kotoran kelelawar. Di Ubud Bali tuh, banyak yang jualin bat shit (kesalahan nulis bed sheet alias seprai kasur. Ada juga yang kesalahan nulis bat cover).

Kumsiwejing!

Anyway, salah satu warga di deket Gua Pawon yang gua protes karena gak negur atau kasih peringatan sama pengunjung yang nembakin kelelawar pake senapan angin mengatakan bahwa kelelawar raksasa yang jumlahnya ribuan itu sudah 5 bulan menghilang. Akibatnya, warga tidak bisa lagi mengumpulkan guano.

Sejak kapan pengunjung itu nembakin kelelawar, Pak?

Lima bulan lalu.

Pantes we, Cuy!

Dan setelah 30 menit berlalu, pengunjung yang membawa senapan angin itu muncul dan masuk ke warung si Bapak yang ngobrol sama gua.

Cuma dapet 7 euy. Kemaren mah dapet 15, Pak.

G*bleg! Ternyata anaknya yang nembakin kelelawar. Pantesan kagak dimarahin, apalagi didenda. Kalo didenda, pasti menta duit ka bapana (minta duit ke bokapnya, which is very very absurd di sisi mereka, dan menyebalkan dari sisi gua yang sayang banget sama lingkungan dan nilai sejarahnya gituh loh).

Gua sama bini cuma bisa saling menatap dan ooooh… (naon deuih). Maksudnya baru menyadari bahwa mereka berasal dari keluarga yang sama deblo-nya (gede-gede blo’on).

Mengkhawatirkan sih kalo gak ada pihak pemerintah yang jagain. Bagus lagi kalo private sector yang gak bisa dibayar pake batu atau jabatan atau pangkat. Pihak yang tanpa syarat. Tanpa ikatan. Salam 11 jari!

(Ditulis di rumah sehari setelah insiden). – with Jaka and Devi at Obyek wisata gua pawon

View on Path