Ngigel lidah di Giggle Box (ngigel = geol)

Apa sih istimewanya tempat ini? Kayaknya penting banget untuk bisa menyempatkan diri makan di sini. Kelihatannya sih banyak dijejali mereka yang kurang pengakuan. Kalo gua memang mau ngereview ini tempat.

Yang kami lihat, yang dateng usianya antara 20an sampe 35an lah. Mereka nyaman dengan mengenakan baju kaos shirt warna pink dengan celana legging bunga-bunga yang begitu dech. Mungkin bagus lagi kalo warnanya jangan sampe lusuh. Cowok-cowoknya pake topi baseball dengan beak yang flat. Kacamata frame tebel hitam, cocok dengan jenis layanan yang nampak ingin professional tapi mereka gak ngerti mana desert mana main course. Yang dateng yang mana mestinya, udah gak penting kayaknya. Asalkan sopan dalam menyuguhkan, konsumen merasa dihargai dengan apa pun keadaan dan bawaan mereka. Laptop yang seolah penting banget dibawa sambil makan, dengan udara agak panas tapi sweater teuteuppp dipake.

Memang, sopan sekali pramusaji di sini. Mau waiting list, dikasi tau dulu. Dipersilakan duduk dulu dengan santun, dan kalo ada yang kosong, segera dituntun ke mejanya. Gak peduli yang nunggu itu suka ato nggak dengan meja dan posisinya. Nu penting, aya (yang penting ada).

Opera cake dateng duluan dong. Like I said. It didn’t matter which one came first. Daripada aneh ada di meja dengan bungkus plastik yang masih keringetan meluk itu kue, ya udah dibuka aja plastiknya dan dimakan duluan, karena minuman belum dateng. Dong.

Well, suasana tidak semakin sepi. Pengunjung terus mengalir. Ada yang bawa anak-anaknya dan mereka masih bebenyit (balita dech), karena paling bokapnya masih 30an, dengan topi baseball yang beaknya flat dan kacamata yang framenya hitam tebel kayak Ridwan Kamil, ceritanya. Tapi celana pendek kotak-kotak kurang pas sama sendal jepit biasa.

FOOD IS AWESOME
Iga Garang Asam akhirnya ngeloyor. Tampilan meyakinkan dong. Empat potong iga nyembul dari mangkuk seukuran bola volley dibagi dua (bukan poligami, suami dibagi dua). Nasi setumpuk ditambah kerupuk dan jeruk nipis di tepi.

Seruput punya seruput, akhirnya duaruput, tigaruput, dan pengennya ditenggak aja langsung dari mangkokna (kaluar Sundana). Edyann bin sinting! Rasa kaldu kuah sop iga garang asam ini nendang kana selangkangan… gak deng. Tapi serius. Enak banget sop nya. Loe mesti nyoba. Lupakan pengunjung yang menurut gua sedikit norak dengan gaya mereka (semoga cuma dalam suasana lebaran dan liburan sekolah ABG aja yang lagi sibuk menyembunyikan kejanggalan senyumnya karen salah masang behel atau salah membuat keputusan dengan memasang behel). Dateng aja ke Giggle Box, and pesen ini sop iga garang asem, dan minum Green Canyon yang seger karena sodanya pas gak bikin nyengir pas tegukan itu dibiarkan ngalir.

Giggle Box ada di:
Jl. Progo, Bandung
BIP Bandung
Ciwalk Bandung
Setiabudi, Bandung
Festival City Link, Bandung
Miko Mall, Bandung
IP Mall, Bandung
Braga City Walk, Bandung
Yogya Kapatihan, Bandung (cek lagi)
Diponegoro, Semarang
(Versi Giggle Box, Progo).

– with Devi at Giggle Box

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s