Melucuti Putu Mayang. Helai Demi Helai.

Banyaknya camilan yang ada di Indonesia jadi bikin penasaran, kenapa camilan diciptakan, bukannya sudah cukup buat masyarakat umum zaman dulu untuk makan nasi dan ikan atau sayur aja? Atau susah sekali dapet nasi, sampe akhirnya mesti dalam bentuk makanan sesimpel camilan?

Atau mungkin camilan itu bukan makanan masyarakat biasa, tapi makanan para raja dan ningrat yang biasa mengisi perut di antara makan utama sebagai kesenangan hidup di pesanggrahannya. Yang bikin sih mbok-mbok ato emak-emak di pemukiman warga biasa, dan diolah untuk kepentingan persembahan buat raja?

Syukurlah, semua itu bisa nyampe di meja makan kita, disajikan dengan keadaan yang lebih santai.
Camilan itu santai. Dan enaknya dimakan saat santai.

 

– at Oto Klin Car Wash

View on Path

Advertisements

2 thoughts on “Melucuti Putu Mayang. Helai Demi Helai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s