Duplikasi Pasupati

Pasupati Perlu Duplikasi?

Namanya diambil dari dua nama jalan yang dihubungkannya, yaitu Jalan Pasteur dan Jalan Surapati. Inilah Flyover Pasupati yang dibangun sejak tahun 2001 dan mulai difungsikan secara resmi bulan Juni tahun 2005.

Jembatan pemotong jalur macet Jalan Pasteur tahun 2000 ini kini merentang melewati jalur Sukajadi-Pasirkaliki, Pasteur, Cihampelas, Kebon Bibit, Balubur, Cikapayang, Dago, dan turun di kawasan pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat, Gedung Sate dan Gasibu. Panjang flyover ini merentang sejauh 2,8 kilometer dengan lebar bervariasi, antara 21 jingga 40 meter. Demikianlah kontraktor, WIKA, yang membangun jembatan, jalan dan membina struktur kabel mega ini.

Funfact: Kabel di bagian jembatan kabel statis ini berjumlah 19 buah. Box girder segmental di puncak struktur beton yang tingginya 53 meter ini beratnya 150 ton!

Dana pembangunan konon mencapai Rp 278 miliar. Pekerja yang terlibat ialah 500 orang saat jadwal lengang, dan 1500 orang saat jadwal penuh.

Saya kurang info mengenai banyaknya pohon palm di Jalan Pasteur yang dibabat, tapi sepertinya kerinduan akan boulevard Pasteur yang dulu pernah hadir mewarnai keindahan Kota Bandung bersemi lagi. Andai para pedagang kaki lima itu bisa direlokasi dan digantilah tenda biru yang menjadi eyesore atau gangguan pemandangan kota kita atau polusi arsitektur, atau apapun sebutannya, dapat diganti oleh pohon palm yang rindang, kokoh, berjajar rapih.

Keberadaan Flyover Pasupati sedikit banyaknya sudah memberikan kontribusi mobilitas barang, jasa, dan manusia di Kota Bandung. Setelah 9 tahun berjalan, kemacetan kota ini masih belum terjawab walau Pasupati turut berperan dalam melancarkan lalu lintas. Ataukah keberadaannya yang hanya sendiri saja telah membuat kemacetan menjadi semakin mudah terjadi di area Surapati dan Pasteur?

Kesimpulan sementara, pengembangan desain fisik tak pernah akan cukup tanpa didukung oleh pembangunan regulasi, perangkat hukum dan sanksi yang tegas. Begitu pula sebaliknya, dimana regulasi saja tak akan cukup bila tidak dilengkapi pengembangan desain fisik yang nyata. Sampah contohnya. Tak cukup hanya melarang membuang sampah bila tempat sampah real tak disediakan dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. – with Devi at Oto Klin Car Wash

View on Path

Advertisements

2 thoughts on “Duplikasi Pasupati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s