Singapore: The Future.

Overseeing the future of the city. Sebuah pertemuan akbar berlangsung sejak Minggu, 1 Juni 2014 lalu di Marina Bay Sands, salah satu mukjizat buatan manusia yang dipatok untuk warga Singapura, dan dapat dinikmati warga dunia. Sebuah summit. Sebuah ajang unjuk gagasan yang akan menjawab tantangan masa depan. Sebuah keberanian menantang prophecy, memecahkan pertanyaan besar ihwal kebutuhan anak-anak dan cucu-cucu kita. Para mayor atau walikota seluruh negeri yang sedang berdayaguna hadir dengan konsep, dengan harapan, dengan kebodohan, dengan ketidakpahaman, dengan keingintahuan, dengan perencanaan, dengan peluang, dengan bayangan, dengan pasangan, dengan ajudan, dan ajudan, dan ajudannya. Marina Bay Sands bagai gambaran kecil seprintil padang Mahsyar bagi zombies yang akan menghampiri Anda dan memakan Anda dan masa depan anak cucu kita, dengan gigi dan tangan mereka yang canggih dan bertenaga jaringan multinasional. Pilihan hanya dua, jadi penghuni surga dunia atau ditendang keluar dan terjebak dalam lorong dekaden penuh gaya hidup konsumtif para mafia negara-negara dunia ketiga.

Bagi Singapura, yang diucapkan “Singha Pura” jutaan detik penuh-intrik-dan-kepentingan-politik yang lalu oleh salah satu pemegang kuasa di Palembang atau Sriwijaya (semoga tidak mengarah pada pembuktian terpaksa bahwa Sriwijaya di Palembang, karena kita muuusti objektif dalam sejarah), negaranya tak banyak digemborkan dengan penyebutan negara, tapi lebih melafalkannya dengan sebutan city, kota, bandar, sebuah pura, atau puram. Tak masalah mungkin, tapi masalah bagi Indonesia bila disebut ‘city’, dan maaf, Nadine Candrawinata memang keceplosan. Issue green development menjadi penting. Segala apa pun yang dibayangkan di masa yang akan datang dalam rekahan kota di padang surga dunia akan dinampakkan dengan membuka mata berlensa green development. Bila tidak, antrian ke neraka yang sial dan dililit utang sudah cukup panjang. Atau sebaliknya, lilitan utang sudah ditawarkan untuk membayar admission ticket ke ruang pameran surga masa depan? Either way, you are so damn late to know that littering is full of technology, and it’s a gigantic business. Buktinya? Pameran sebesar dosa para pemimpin baru saja berlangsung di sebuah pulau di ujung semenanjung.

Singapura. – with Dion and Sunaryo at Clark Quey Riverside

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s