Bersepeda Motor di Jalan Mulus Pulau Weh

Tulisan ini dipostkan juga di http://www.indonesia.travel, Website Promosi Pariwisata

http://www.indonesia.travel/id/destination/658//article/113/

Di sini, artikel di atas ditampilkan dalam pose asli ;-P

Memacu kendaraan roda dua di sepanjang jalan sepi yang mulus, apalagi diselingi pemandangan hutan tropis dan lautan yang memantulkan sinar matahari memang selalu menjadi keasyikan saat berwisata. Pulau Weh terbentuk oleh semua hal yang indah tadi termasuk keramahan masyarakatnya. Jalan yang mulus, sangatlah rugi bila tak dijajal. Saatnya kini menyusuri jalanan di surga yang tak banyak dikenal.

Dengan pengalaman menyusuri jalanan yang dipandu oleh seorang staff dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat, Kemal Fauza, perjalanan mengelilingi pulau ini cukup dalam sehari saja. Bahkan, bila tak berhenti memandu kendaraan,tiga jam saja sudah cukup. Bila Anda beristirahat terlalu asyik di teduhnya kedai kopi Aceh yang menampilkan layar lebar alami berupa pemandangan lautan Selat Malaka dan Pulau Rondo sebagai pulau terdepan di negeri ini, maka empat atau lima jam harus Anda sisihkan dalam 12 jam yang panjang dalam sehari di Pulau Weh. Mungkin karena letak geografisnya, langit pun masih berbinar walau pukul 6 sudah lewat.

Memang pulau ini tidak besar, tapi tidak juga terlalu kecil. Untuk menelusuri pulau dengan mengendarai becak motor Sabang atau Aceh yang menyandingkan pengemudi dengan penumpangnya bertepian, jalan yang begitu mulus rasanya terlalu pasif. Mengemudikan motor sewaan yang dapat diperoleh di Gapang atau di Iboih, dua tempat yang dijadikan peraduan para backpacker mancanegara dan nusantara, merupakan cara terbaik dalam memadukan keindahan yang menenangkan dengan tantangan yang memompa adrenalin.

Di setiap penjuru kota Sabang nampak kampanye ‘Damai Itu Indah’ yang diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kriminalitas di pulau ini sangat rendah. Tak heran bila masyarakat biasa berkendaraan tanpa khawatir kendaraannya hilang. Kunci biasa tergantung di motornya, dan dengan kebijakan pemerintah daerah yang tidak membolehkan beberapa jenis kendaraan keluar pulau, maka pengawasan kendaraan dalam dan luar pulau sangatlah apik.

Menyewa Motor

Mencari variasi kegiatan lain di luar memancing ikan, snorkeling atau menyelam? Cobalah mengenal pulau ini lebih jauh dengan menelusuri tiap jengkal jalannya yang terukur sepanjang kira-kira 70 km lebih dengan permukaannya yang sangat mulus. Kenakan kacamata hitam Anda, dan menyewa motor pun begitu tak tertahankan.

Di mana-mana ditemui motor skuter-matik, termasuk di Pulau Weh. Dengan kenyamanannya yang tak membuat Anda mengoper gerigi kecepatan mesin saat berkendaraan, maka motor skuter- matik begitu cocok untuk disewa. Suaranya yang halus seperti blender jus buah-buahan membuat motor ini dihargai oleh masyarakat sekitar yang tidak begitu suka suara gaduh dari cerobong emisi kendaraan. Sabang, sebutan lain dari Pulau Weh yang juga memiliki ibukota dengan nama yang sama, memang begitu tepat disebut surga dengan keheningan tapi begitu hangat akan keramahannya.

Setelah menyetujui untuk membayar sekitar Rp 100 ribu per hari (bisa lebih murah bila mahir menawar) untuk penggunaan motor sewa, mintalah persyaratan administrasi menyewa kendaraan dan helm untuk kenyamanan Anda. Walau hampir tak pernah ada razia dan aksi kebut-kebutan, keamanan lebih baik tetap menjadi yang diutamakan.

Isilah motor Anda dengan bahan bakar yang cukup mengantarkan Anda ke tujuan dan kembali. Jangan sampai kehabisan bahan bakar karena di pulau ini hanya ada dua SPBU yang letaknya hampir puluhan kilometer melewati hutan tropis. Namun demikian, di setiap kios yang Anda lewati di tepian jalan, bahan bakar eceran dijual dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.500 per liter.

Menelusuri Sekitaran Iboih Hingga Sabang 

Jalan provinsi di Pulau Sabang menghubungkan hampir seluruh bagian terindah di pulau ini. Dari Iboih yang termahsyur, perjalanan bisa diarahkan ke titik terbarat jalan di Indonesia, yaitu ke Monumen Kilometer Nol. Jalan di antara hutan-hutan tropis yang hijau memberikan sensasi lain yang dibumbui tarikan adrenalin saat membesut gas di jalan yang sepi, meliuk-liuk, dan sempit. Alam menyuguhkan sajian flora dan fauna dengan takaran cukup.

Di kawasan ini, monyet pun berlarian di atas permukaan jalan. Apalagi setelah memasuki Monumen Kilometer Nol, lebih banyak monyet lagi yang bermain di tepi hutan di atas batu karang yang menukik curam ke laut lepas. Tak hanya monyet, seekor babi rusa sudah menjadi ‘tuan rumah’ di kawasan ini. Masyarakat setempat memanggilnya ‘Bro’. Babi rusa ini begitu jinak dan kerap mengharapkan kemurahan hati dari pengunjung yang datang.

Sangat disarankan untuk tidak mencoba masuk ke jalan-jalan kecil ke dalam hutan dengan kendaraan sewa Anda, karena pada hakekatnya, pulau ini merupakan pulau terdepan dan menjadi perhatian militer untuk menjaganya dari ancaman pihak luar. Maka tak heran bila penjagaan di pulau ini nampak melibatkan tentara dan polisi bersenjata.

Dari arah Monumen Kilometer Nol ke Iboih akan melewati tikungan tajam dan menurun.  Hati-hatilah saat menukik, karena hal ini dapat menghentikan keasyikan Anda berpetualang di atas motor skuter-matik yang menyenangkan. Tetaplah berkendaraan pada kecepatan yang aman.

Saat menjumpai gerbang pantai Iboih, teruskan motor Anda hingga ujung jalan untuk menemukan surga perairan yang jarang tersentuh.

Lihat Rambu-rambu Lalu Lintas

Setiap persimpangan jalan selalu didahului oleh rambu-rambu penunjuk arah. Hal ini termasuk rambu-rambu dari Iboih ke Gapang, dua buah pantai terbaik yang dipisahkan jarak sekitar 5 kilometer saja. Ke Gapang hanya perlu menelusuri jalan lurus dan mengikuti petunjuk jalan. Memang tak jelas sekali kapan harus belok ke Pantai Gapang, sampai Anda melihat taman segitiga di sebelah kiri Anda dengan tulisan Gapang Beach Resort. Anda bisa lewat jalur resort, atau pun ke jalan di depannya sekitar 50 meter ke arah kiri yang akan membawa Anda ke tepi pantai Gapang yang menghipnotis.

Saat meneruskan perjalanan ke Sabang, jalan di tepi hutan dan pantai akan menjadi hiburan selama kurang lebih 25 menit di atas motor yang meliuk-liuk menyusuri jalanan. Perhatikan kondisi motor Anda. Pastikan tak ada masalah saat mengemudikannya, karena dalam perjalanan ke Sabang dari Gapang, Anda akan melewati tanjakan dan turunan yang panjang dan cukup menantang. Hal ini terutama harus menjadi perhatian Anda saat mencoba rem kendaraan.

Bila Anda tergoda untuk melihat pemandangan yang sering kali mengintip Anda dari celah pohon-pohon tropis yang besar, berhentilah sejenak dan parkirkan motor Anda di tepi jalan yang aman. Di tikungan tajam yang menurun, pemandangan dapat dilihat dalam porsi terbaik. Banyak wisatawan turun sejenak dan mengabadikan panoramanya.

Hati-hatilah bila Anda terlalu dekat ke tepi tebing, karena tidak ada jalur naik bila seseorang jatuh ke dalamnya. Tebing ini pun tak berpagar, jadi jangan terlalu bersemangat dan hilang kendali saat berdiri di tepinya. Monyet pun terkadang merasa berhak mendapatkan penghargaan berupa sedikit makanan di ‘kawasan monyet’ ini. Jangan melakukan kontak mata dengan mereka, karena hal itu dianggapnya sebagai tantangan bagi monyet jantan yang berkuasa.

Batas Kecepatan dan Klakson

Batas kecepatan memang tidak begitu diterapkan secara ketat di semua daerah, tapi secara sadar, Anda tidak ingin merusak liburan Anda dengan permasalahan kecelakaan lalu lintas atau terkait hukum karena Anda terlalu kencang mengemudikan motor sewaan Anda. Jadi walau jalan di pulau ini begitu kosong dan mulus, jagalah kecepatan Anda di batas yang wajar.

Bila perlu, bunyikan klakson atau tanda peringatan suara sesekali saja untuk mengingatkan pengendara lain atas keberadaan Anda.

Klakson diprediksi muncul setelah jaman colonial Belanda. Kata ‘klakson’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu klazo yang berarti menjerit. Di Perancis, klakson dieja klaxon, sedangkan di Romania dan Belgia, beberapa negara Eropa dekat dengan Belanda, mengejanya claxon.

Karena Pulau Weh sedang berkembang dan pembangunan beberapa fasilitas umum masih berjalan, maka sesekali Anda mungkin akan berada di belakang truk besar. Bila asapnya mengganggu Anda, lebih baik Anda berhenti dahulu dan melaju lebih lambat dari truk tersebut. Bila Anda memilih untuk menyusulnya, hati-hatilah.

Lampu depan sudah menjadi aturan umum untuk selalu dinyalakan demi keselamatan dan penegakan hukum yang baik oleh warga negara yang disiplin. Jadi nyalakanlah lampu Anda saat bepergian.

Tiba di Sabang, Anda akan melihat kota kecil yang penuh kehangatan dan suasana bersejarah yang mewarnai kota ini. Dahulu, kapal-kapal perang Belandan dan Jepang berlabuh di pelabuhan alam Sabang. Dalamnya pelabuhan ini jauh lebih dalam dari Temasek/ Singapura atau pun Batam. Jangan heran bila di beberapa tempat di Sabang dan sekitarnya, Anda akan menjumpai beberapa bunker Jepang yang tengah ditata lagi oleh Sabang Heritage Society dan pemda setempat.

Dari atas bukit di Kota Sabang, pemandangan tak terbandingkan akan Anda jumpai. Di sinilah Anda bersyukur bahwa Anda bisa memijakkan kaki di kota terbarat di Indonesia.

Nampak mobil dan motor berlalu lalang jauh di tepi pantai di bawah kaki bukit saat Anda berdiri di Sabang Hill. Gunung tertinggi di Pulau Weh nampak jelas, dan juga pulau-pulau kecil yang mengitarinya. Pulau Rondo pun nampak di kejauhan menandai batas wilayah kedaulatan negara. Menaiki Sabang Hill dapat dengan mudah dilakukan dengan motor Anda yang baik kondisinya atau pun dengan kendaraan roda empat.

Saat berada di Kota Sabang, sisihkan sedikit waktu untuk menyapa warga dengan duduk di tepi jalan di kedai kopi. Tradisi ini biasa dilakukan warga setempat. Waktu di antara pukul 12 hingga 5.00 petang memang sedikit lengang karena toko-toko tutup untuk beristirahat. Selepas itu, mereka akan tumpah di jalan dan beberapa tempat umum lainnya untuk berinteraksi sebagai warga kota.

Advertisements

3 thoughts on “Bersepeda Motor di Jalan Mulus Pulau Weh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s